Libatkan Para Kades, Dinas PESDM Gelar Rakor Industri Non-Agro

oleh -
Para peserta rakor pengembangan potensi industri non-agro yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Sukabumi.

Wartawan AEP SAEPUDIN

Dinas Perindustrian dan Energi Sumber Daya Mineral (PESDM) Kabupaten Sukabumi menggelar rapat kordinasi (rakor) pengembangan potensi industri non-agro bertempat di aula Hotel Augusta Jalan Raya Cikukulu, Desa Cisande, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi. Pada rakor ini, Dinas PESDM melibatkan para kades yang berasal dari 6 kecanatan di wilayah utara.

“Rapat koordinasi  non-agro ini untuk menggali potensi industri kecil dan menengah yang ada di wilayah utara. Karena itu kami melibatkan para kepala desa di enam kecamatan,” kata Kepala Dinas PESDM Kabupaten Sukabumi, H. Aam Amar Halim ketika ditemui setelah pembukaan rakor industri non-agro, Selasa (3/12/2019).

Para kades yang dihadirkan berasal dari kecamatan-kecamatan Cibadak, Cisaat,  Cicantayan, Gunungguruh, Kadudampit, dan Kecamatan Caringin. Para peserta mendengarkan paparan dari Kadis Aam dan narasumber dari Universitas Padjadjaran, Yogi Suprayogi Sugandi. 

Di wilayah utara, lanjut Aam, banyak sekali industri non-agro yang berkembang dengan pesat. Jenis-jenisnya antara lain industri gelas,  kerajinan tanah liat,  industri logam yang menghasilkan cangkul, pisau, dan belati, dan jenis kerajinan yang lainnya.

“Pengembangan dan pengingkatan kapasitas pelaku industri ini perlu dikoordinasikan mulai dari tingkat desa, kecamatan, dan hingga kabupaten. Sebab sampai saat ini belum ada usulan dari desa melalui musrenbang terkait pengembangan industri non-agro. Melalui rakor ini, program tersebut akan dikoordinasikan,” ujarnya.

Aam mengharapkan dari rakor tersebut, Dinas PESDM dapat memperoleh data potensi industri non-agro dari tiap desa. Para kepala desa diberi kesempatan seluas-luasnya untuk mengajukan program pengembangan kepada Dinas PESDM. Setelah usulan masuk, Aam dan jajarannya akan mempertimbangkan untuk dilanjutkan ke dalam bentuk kegiatan.

“Program ini semata-mata untuk kemajuan para pelaku industri non-agro. Mereka akan diajari cara berbisnis yang baik di tengah zaman yang serba digital seperti sekarang ini,” tutur Aam.

Rakor berlangsung selama dua hari sampai dengan Rabu (4/12/2019). Acara berlangsung dan berjalan dengan lancar dan khidmat. (*)

Print Friendly, PDF & Email