Cipamingkis Dijadikan Model TKM Pengolahan Cabai Bubuk

oleh -
Pembukaan pemberdayaan TKM kelompok pengolahan cabai bubuk dan hasil pertanian di Desa Cipamingkis dihadiri para pejabat dari kiri ke kanan Khusyairin (Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja), Lina Evelin Marlina (Sekretaris Disnakertrans), Siti Rochimah (Kasubdit Tenaga Kerja Mandiri Kementerian Ketenagakerjaan RI), Dadang Budiman (Kepala Disnakertrans), Sujana (Camat Cidolog), dan Baden Supendi (Kepala Desa Cipamingkis).

Wartawan Usep Mulyana

Desa Cipamingkis, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi resmi dijadikan model pemberdayaan Tenaga Kerja Mandiri (TKM) kelompok pengolahan cabai bubuk dan hasil pertanian. Selain itu, desa ini dijadikan model desa migran produktif.

Untuk mengukuhkan status tersebut, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) menggelar pembekalan penciptaan wirausaha baru melalui pemberdayaan mandiri, Senin (2/12/2019).

Pada kesempatan itu Kepala Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, Dadang Budiman membacakan sambutan Bupati Marwan Hamami. Dalam amanatnya bupati mengatakan, Disnakertrans harus lebih kreatif dan inovatif dalam menciptakan perluasan kesempatan kerja dan kesempatan usaha bagi warga Sukabumi.

“Tahun 2019, Pemkab Sukabumi menargetkan lahirnya 1.000 usahawan baru dan 10.000 penempatan tenaga kerja dalam dan luar negeri. Target ini harus didorong oleh Disnakertrans,” kata bupati.

Pada bagian lain bupati menyampaikan rasa syukur karena Kabupaten Sukabumi mendapatkan kepercayaan dari pemerintah pusat sebagai pelaksana kegiatan pembekalan TKM dan pembentukan desa migran produktif. 

“Di Kabupaten Sukabumi terdapat empat desa yang dijadikan model desa migran produktif yakni Desa Cipamingkis Kecamatan Cidolog,  Desa Tanjungsari dan Curugkembar Kecamatan Curugkembar, dan Desa Jambenenggang di Kecamatan Kebonpedes,” jelasnya.

Sementara itu Camat Cidolog, Sujana menyambut baik acara pembekalan para usahawan baru di Desa Cipamingkis. Sujana juga ikut berbahagia atas penetapan desa ini sebagai satu-satunya desa migran produktif di wilayah Cidolog. 

“Peluang seperti ini tidak akan datang dua kali. Maka saya mengimbau para peserta pembekalan TKM harus mengikuti kegiatan dengan serius. Mudah-mudahan dari kegiatan ini lahir usahawan baru yang membuka sentra-sentra usaha untuk menampung para pencari kerja,” kata Sujana. (*)

Print Friendly, PDF & Email