Siswa Azzain Rutinkan Shalat Dhuha

oleh -
Para siswa MA Azzain dan M.Ts. Azzain setiap hari mendirikan shalat sunat Dhuha di lapangan sekolah.

Wartawan Aep Saepudin

Para siswa MA dan M.Ts. Yayasan Azzain setiap hari merutinkan shalat sunat Dhuha sebagai bagian dari kegiatan belajar mengajar di sekolah. Mereka mendirikan shalat sunat tersebut pada pukul 08.00 WIB di lapangan halaman sekolah. Walaupun di tempat terbuka, para siswa MA dan M.Ts. Azzain mengikuti shalat Dhuha dengan semangat dan khusyuk.

banner 970x90

“Shalat Dhuha ini kami laksanakan setiap hari di samping shalat wajib yang lima waktu. Shalat sunat ini banyak sekali faedahnya antara lain dimudahkan rezeki dan  untuk meraih keberkahan hidup,” kata  Ketua Yayasan Azzain Jaya Cibalung,  Drs. H. Ahmad Sadali ketika ditemui di kantornya, Kamis (3/10/2019) pagi.

MA dan M.Ts. Azzain terletak di Kampung Cibalung, Desa Talaga, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi. Jumlah siswa di dua sekolah tersebut sebanyak 300 orang di M.Ts. dan 150 orang di MA Azzain. Dalam visinya, Yayasan Azzain mengedepankan ilmu keagamaan dan praktiknya. 

“Kami belum mempunyai mushola sehingga shalat Dhuha didirikan di lapangan sekolah. Para siswa dibiasakan shalat Dhuha sebelum dimulai kegiatan belajar dan mengejar di dalam kelas,” ujar Sadali.

Setiap pagi, hadirnya jamaah shalat Dhuha di lapangan sekolah Azzain merupakan pemandangan rutin harian. Di bawah sinar matahari, para siswa larut dalam shalat dan doa untuk keselamatan dan keberkahan hidup.

“Kadang-kadang kami merasa miris kalau pukul 08.00 matahari sudah bersinar terik. Anak-anak kepanasan, tapi mereka tetap menyelesaikan shalat Dhuha hingga tuntas,” ungkapnya.

Jamaah putri MA Azzain dan M.Ts. Azzain pada shalat sunat Dhuha bersama.   

Kegiatan rutin shalat wajib dan shalat sunat di sekolah tersebut, kata Sadali, bertujuan untuk membekali para siswa dengan disiplin dalam menjalankan ibadah, khususnya shalat. Yayasan Azzain berusaha keras untuk melahirkan siswa yang berprestasi secara akademik dan berahlakul karimah.

“Tujuannya agar kelak mereka menjadi orang yang pintar dan bertakwa sebagai modal dasar dalam menjalani kehidupan bermasyarakat,” tambahnya.

Sementara untuk menjalankan shalat wajib Dzhur dan Ashar, lanjut Sadali, para siswa pergi ke masjid terdekat di luar sekolah. Ada juga siswa yang mendirikan shalat wajib di dalam kelas.

“Kami memang belum punya mushola. Karena itu untuk mendukung kegiatan peribadahan para siswa, kami memohon bantuan dari pemerintah untuk pembangunan mushola. Kehadiran mushola di sekolah kami dapat meningkatkan kegiatan ibadah para siswa seperti shalat dan pengajian,” kata Sadali. (*)

Print Friendly, PDF & Email