Jadikan Masjid Sebagai Sarana Bersilaturahmi dan Mencari Solusi

oleh -
Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami (kanan) secara simbolis menyerahkan Al-Quran kepada salah satu pengurus masjid pada persemian Masjid Al-Mursyidah di Kampung Bojongneros, Desa Mangkalaya, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi.

Wartawan Aep Saepudin

Masjid sebagai salah satu pusat kegiatan umat Islam mempunyai peranan sangat penting dalam proses perubahan sosial, terutama dalam membangun aspek moral dan perilaku islami. Bagi orang Islam, masjid merupakan tempat untuk beribadah dan bersilaturahmi, selain untuk mencari ilmu.

banner 970x90

“Mari kita juga jadikan masjid sebagai tempat mencari solusi karena tempat ini merupakan rumah Allah,” kata Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami ketika meresmikan Masjid Jami Al-Mursyidah yang telah direnovasi di Kampung Bojongneros, Desa Mangkalaya, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, Jumat (2/8/2019).

Bupati mengharapkan masyarakat Kampung Bojongneros dapat memanfaatkan Masjid Al-Mursyidah dengan sebaik-baiknya sebagai sarana ibadah dan bermasyarakat. Peresmian masjid ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pembagian sembako kepada warga kurang mampu.

Pada peresmian Masjid Al-Mursyidah itu, bupati hadir bersama sejumlah pejabat daerah dan tokoh masyarakat setempat. Di antara hadirin tampak Asisten Sekda Kabupaten Sukabumi Bidang Pemerintahan dan Sosial, Ade Irawan; Camat Gunungguruh, Ery Erstanto; Kabag Humas Setda; Kasi Keagamaan; Kanit Binmas Polsek Gunungguruh, Aipda Bambang;  Kades Mangkalaya, Endang Solihin, dan tokoh masyarakat Mangkalaya, H. Nasir.

Secara khusus, bupati menyampaikan terima kasih kepada Nasir  yang telah memberikan sebagian hartanya untuk pembangunan Masjid Al-Mursyidah. Kiprah Nasir, menurut bupati, sangat mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan masyarakat Kabupaten Sukabumi yang  religius dan mandiri.

Di tempat yang sama, Kades Endang menyampaikan terima kasih kepada Bupati Sukabumi yang telah meluangkan waktu untuk meresmikan masjid di desa yang dipimpinnya. Masjid yang diresmikan bupati itu, ujar Endang, merupakan prasarana yang sangat penting bagi anak-anak dalam menyongsong masa depan.

“Generasi muda kita harus diperhatikan keakidahannya agar selalu siap mengikuti perkembangan zaman. Dalam menghadapi tantangan zaman, generasi muda sudah siap dengan akidah dan akhlak yang baik. Di masjid inilah tempat pembentukan generasi muda berakhalakul karimah,” kata Endang.  

Sementara itu  Nasir selaku tokoh masyarakat yang mempelopori pembangunan Masjid Al-Mursyidah menjelaskan, renovasi masjid membutuhkan waktu sekitar dua bulan dengan jumlah pekerja antara 20 hingga 30 orang perhari. Kerangka bangunan pada atap dan konstruksi lainnya menggunakan bahan besi, bukan kayu sehingga lebih kuat dan tahan lama. (*)

Print Friendly, PDF & Email