Pegang Kartu Sejak 2017, Peserta PKH Belum Pernah Terima Bantuan

oleh -
Kartu PKH milik Irah, tapi ATM-nya dikuasai orang lain.

Wartawan Usep Mulyana

Kartu bukti kepesertaan Program Keluarga Harapan (PKH) bagi Irah (56) tidak memiliki arti apapun. Selama tiga tahun sejak dia pegang kartu PKH, warga Kampung Cikembang, Desa Caringin Wetan, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi ini belum menerima bantuan satu sen pun dari pemerintah.

banner 970x90

Pada 2017, Irah diberi kartu PKH plus ATM Bank BNI untuk mencairkan dana bantuan dari pemerintah. Ketika itu Irah masih memiliki tiga anak yang masih sekolah. Tiga tahun kemudian, dari tiga anaknya itu, tinggal dua orang yang sekolah.

Kondisi keluarganya tergolong tidak mampu. Irah dan suaminya Rohman memiliki 7 orang anak. Jadi keluarga ini berhak menjadi peserta PKH. Namun setelah terdaftar sebagai peserta, Irah belum pernah mencirkan dana PKH ke Bank BNI, bahkan kartu ATM-nya pun dikuasai orang lain.

Dihubungi lewat pesan singkat di WhatsApp, Jumat (3/7/2020), anak kedua dari pasangan Rohman dan Irah bernama Upar mengatakan, selama memegang kartu PKH, ibunya belum pernah menerima bantuan dari pemerintah. 

“Wallahi, satu rupiah pun orang tua saya tidak pernah menerima apalagi menikmati bantuan yang namanya  PKH. Bahkan kartu ATM  atas nama ibu saya, sekarang ada dalam penguasaan pihak lain. Orang itu sangat kuat sehingga ibu saya tidak berani menanyakannya,” kata Upar.  

Pertanyaan besar bagi Upar, mengapa sampai hari ini bantuan dari PKH yang menjadi hak adik-adiknya yang masih sekolah tidak pernah diterima ibunya.

Ditemui ditempat terpisah, Kepala Desa Caringin Wetan, Dedi Suhendar mengakui, sejak menjabat 8 bulan yang lalu, dia tidak pernah mengetahui data persis jumlah dan nama penerima bantuan PKH.  Pemdes Caringin Wetan sama sekali tidak memiliki data akurat tentang jumlah penerima PKH yang sebenarnya.

Data yang ada di Puskesos desa menunjukkan jumlah penerima PKH dan program BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai)  secara kumulatif sebanyak 349 orang. Namun dari jumlah tersebut tidak ada rincian peserta PKH, baik jumlah maupun daftar penerima.

“Yang tahu persis jumlah penerima adalah pendamping PKH karena dia pegang data. Namun pendamping PKH belum pernah berkoordinasi dengan saya. Dia sulit dihubungi,” tutur Dedi. (*)

Print Friendly, PDF & Email