Pengelola Museum Prabu Siliwangi Optimis Lulus Akreditasi

oleh -
Pengelola Museum Prabu Siliwangi, KHM. Fajar Laksana (kanan) menjelaskan isi salah satu buku kuno yang tersimpan di museum tersebut kepada tim dari Ditjen Kebudayaan yang melakukan penilaian untuk akreditasi dan sertifikasi.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Pengelola Museum Prabu Siliwangi, KHM. Fajar Laksana menyatakan optimis dapat lulus akreditasi dan sertifikasi oleh Ditjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Rasa optimis Fajar itu didorong oleh fakta, Museum Prabu Siliwangi memenuhi semua persyaratan untuk lulus penilaian akreditasi dan sertifikasi museum.

banner 970x90

“Kami telah memenuhi semua syarat kelayakan untuk menjadi museum terakreditasi dan tersertifikasi. SDM pengelola museum kami telah mengikuti diklat khusus dan lulus uji sertifikasi pengelolaan museum,” kata Fajar ketika dihubungi wartawan, Rabu (3/7/2019) pagi.

Selama 6 tahun, lanjut Fajar, dia dan para petugas pengelola museum terus meningkatkan kapasitas dan menambah koleksi benda-benda purbakala. Syarat lain yang telah dipenuhi Museum Prabu Siliwangi antara lain  gedung milik sendiri,  benda-benda di museum memiliki nilai cagar budaya, keaktifan museum, gudang benda cagar budaya, memiliki toko cendramata, dan memiliki standar keamanan.

Pada Selasa (2/7/2019) sore, Fajar kedatangan tim akreditasi dan sertifikasi museum dari Ditjen Kebudayaan yang menjalankan tugas untuk menilai Museum Prabu Siliwangi. Fajar mengatakan, hasil dari penilaian akreditas dan sertifikasi diumumkan dalam dua minggu ke depan. Petugas asesor museum yang bertugas terdiri dari Priohadi, Yunita Putri Indriani, Handi, dan Agus.

“Kami yakin dapat lulus dalam penilaian oleh Ditjen Kebudayaan tersebut karena kami telah memiliki semua syarat kelulusan akreditasi dan sertifikasi. Kami ingin museum ini menjadi museum yang pengelolaannya profesional, legal, dan layak berdasarkan hasil evaluasi dari pihak independen atau tenaga ahli,” ujarnya.

Ke depan aktivitas Museum Prabu Siliwangi akan terus dipantau oleh Ditjen Kebudayaan. Keberadaannya bukan lagi milik pribadi, melainkan  milik publik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terkait edukasi dan penelitian benda-benda cagar budaya.

“Nantinya museum kami ini akan diawasi secara profesional,  seluruh benda cagar budaya yang kami simpan  akan dilaporkan dan diverifikasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” tutur Fajar.

Di samping itu, Museum Prabu Siliwangi memiliki website dengan alamat  https://museumprabusiliwangi.org. Museum ini menyimpan sekitar 500 benda cagar budaya dan memelihara serta mengembangkan seni Ngagotong Lisung dan Boles (Bola Leungeun Seneu atau bola tangan api). (*)

Print Friendly, PDF & Email