Polisi Membekuk 13 Tersangka Kejahatan Jalanan

oleh -
Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Susatyo Purnomo Condro didampingi Wakil Kapolres, Kompol Sulaeman Salim (paling kanan) menunjukkan berbagai barang bukti kejahatan dari street crime.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Selama bulan Ramadhan  jajaran Polres Sukabumi Kota berhasil mengungkap kasus-kasus street crime atau kejahatan di jalanan yang meresahkan masyarakat karena secara terang-terangan menunjukkan perilaku agresif di area publik. Hal itu disampaikan Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Susatyo Purnomo Condro pada konferensi pers di depan Tugu Adipura Bundaran Kimia Farma, Senin (3/6/2019).

banner 720x90

Polisi telah menetapkan 13 tersangka dari dua kasus dan TKP yang berbeda. Kasus pertama terkait dengan kekerasan oleh anggota komunitas angkot  kepada anggota komunitas lainnya dan perkara kedua menyangkut aksi sekelompok pemuda yang merusak cafe payung dan melempari serta melakukan kekerasan terhadap pengunjung. 

“Motif para pelaku ingin menunjukkan eksitensi kelompoknya agar disegani oleh kelompok lainnya. Momen-momen pada saat Ramadhan, baik saat sahur ataupun buka puasa digunakan oleh mereka untuk menunjukkan eksitensi kelompoknya,” jelas Kapolres.

Kasus pengeroyokan oleh sopir angkot terjadi di Jalan RA Kosasih, depan Superindo, Kamis (30/5/2019) sekitar pukul 16.30 WIB. Pelakunya dari komunitas MC kepada anggota komunitas BNC. Sementara TKP kasus pengrusakan café payung di Kampung Liungtutut, Kelurahan Limusnunggal, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi dan terjadi pada Minggu (2/6/2019) sekitar pukul 02.00 WIB.

Para tersangka pada kasus café payung teridentifikasi sebagai berandalan motor. Beberapa di antaranya anak di bawah umur.  Dari dua kejadian itu, ada beberapa korban yang mengalami luka-luka, baik ringan maupun berat.

“Ketika menyerang korban, para pelaku menggunakan batu dan senjata tajam,” jelasnya.

banner 720x90

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan antara lain 1 kantong plastik serpihan pecahan kaca, 1 kantong plastik batu, 1 STNK dan buku kir, 1 unit kendaraan warna merah yang dirusak pelaku, 1 kendaraan angkot yang dikendarai kelompok pelaku, 1 unit angkot jurusan Nanggeleng, 1 unit motor,  dan 1 lembar visum repertum.  Ada juga barang bukti batu yang digunakan pelaku untuk merusak cafe payung.

Pada bagian lain Kapolres menjelaskan tawuran yang terjadi Sabtu (1/6/2019) malam antara alumni STM Taman Siswa dan STM Kartika Candra yang sempat menghebohkan media sosial sehingga membuat warga takut keluar rumah.

“Dalam tawuran itu tidak ada yang luka berat. Tidak ada yang meninggal dunia. Kami telah melakukan mediasi, semua sepakat untuk menyelesaikannya secara damai,” ujar AKBP Susatyo.

Kapolres mengingatkan masyarakat untuk tidak percaya begitu saja pada berita di media sosial. Masyarakat tidak perlu kahwatir. Polres Sukabumi Kota  melakukan pengawasan, terutama pada jam-jam yang dianggap rawan untuk menjamin ketenangan dan keamanan masyarakat.

Polisi rutin menggelar patroli selama 24 jam dengan lokasi yang menyebar serta menyiagakan pos pelayanan dan pengamanan. Kapolres meminta masyarakat untuk tetap tenang karena kepolisian akan berupaya untuk memberikan kenyamanan menjelang dan selama Idul Fitri.

“Kota Sukabumi masih kondusif untuk kita bisa menikmati suasana Idul Fitri. Apabila ada yang berani mengganggu dan mengusik kenyamaan warga Kota Sukabumi, maka mereka akan berhadapan dengan polisi,” tandas Kapolres. (*)

Print Friendly, PDF & Email