Penziarah Gunakan HP untuk Bacakan Doa Panjang Jelang Ramadhan

oleh -
Lisnawati melafalkan doa panjang dengan membaca pada layar HP bagi keselamatan leluhurnya di pemakaman Desa Purwasari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi menjelang tibanya bulan Ramadhan.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Sebagian penziarah di astana atau tempat pemakaman umum di Desa Purwasari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi menggunakan medium HP untuk membacakan doa-doa panjang menjelang bulan Ramadhan untuk keselamatan orang tua dan leluhur dalam perjalanan di alam baka. Karena doanya terlalu panjang dan khusus, mereka tidak dapat melafalkannya dengan lancar tanpa membaca teks.

banner 970x90

“Saya sudah menyimpan berbagai jenis doa di HP, termasuk doa ziarah ke makam menjelang bulan Ramadhan. Karena doanya panjang-panjang, saya tidak hafal seluruhnya. Jadi membacanya pada HP, lebih praktis,” kata Lisnawati, warga Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi ketika ditemui di tempat pemakaman umum Purwasari, Jumat (3/5/2019) pagi.

Lisnawati berkunjung ke pemakaman Purwasari untuk menziarahi makam kedua mertua dan neneknya. Sebelum berangkat ke makam, dia mengisi batre HP-nya hingga pemuh 100 persen. Dia juga membawa power bank untuk berjaga-jaga terjadi lowbat ketika dia tengah khusyuk membaca doa.  

“Sebelum ke makam,  saya bersama suami mendatangi sanak saudara di Purwasari untuk bersilaturahmi dan bersama-sama pergi ke makam. Mengirim doa untuk ahli kubur memang bisa di mana saja,  namun sudah menjadi tradisi sebelum puasa dan nanti saat Lebaran kami berziarah ke makam leluhur,” ujarnya.

Pantauan wartawan di lapangan, pemakaman Desa Purwasari dikunjungi para peziarah dari berbagai tempat pada H-3 bulan Ramadhan. Mereka adalah warga Desa Purwasari yang menetap di kampung halaman dan sebagiannya lagi warga kelahiran desa tersebut yang merantau ke luar desa hingga luar daerah. 

Juru kunci dan penjaga makam Desa Purwasari, Yadi Suryadi (50) menjelaskan, pemakaman yang diurusnya sudah mulai didatangi penziarah sejak H-7. Para penziarah berdatangan ke pemakaman dari pagi hingga larut malam.

Kehadiran penziarah membawa berkah dan rezeki bagi warga sekitar yang membuka usaha penjualan kembang dan air untuk pembasah makam. Kuncen seperti Yadi dan rekan-rekannya juga mendapat pemasukan dari kebaikan hati para penziarah yang memintanya untuk menjadi pemimpin doa.

“Alhamdulillah kedatangan para peziarah membawa rezeki bagi kami,” ungkap dia. (*)

Print Friendly, PDF & Email