Api Mengamuk di Sagaranten, Satu Penderita Stroke Tewas Terbakar

oleh -
Amukan api yang menghabiskan dua rumah di Kampung Cibungur/Cijirak RT 13 RW 05 Desa/Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi menyebabkan salah satu pemilik rumah meninggal dunia.

Wartawan M. Hamjah

Gara-gara korsleting listrik, dua rumah di Kampung Cibungur/Cijirak RT 13 RW 05 Desa/Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi habis dilalap si jago merah, Rabu (2/10/2019). Dalam musibah itu, pemilik rumah bernama Ibin (70) meninggal dunia di tempat karena tidak bisa melarikan diri dari kepungan api.  

banner 970x90

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, api mulai menyala sekitar pukul 11.30 WIB. Karena udara panas dan kering, api cepat membesar hingga sulit dikendalikan. Warga sekitar berupaya mematikan api dengan peralatan sederhana. Namun upaya warga tersebut tidak dapat menyelamatkan dua rumah yang telah dikuasai api.

Dalam sekejap dua rumah milik Ibin dan tinggal puing dan arang. Petugas pemadam kebakaran yang menerima laporan dari aparat desa langsung bergegas ke lokasi, namun mereka terkendala oleh lokasi  rumah yang  tidak terjangkau oleh mobil. Para petugas dan warga hanya bisa mencegah api tidak menjalar ke rumah lainnya dengan jalan memblokir pergerakan api.

Karena rumah yang terbakar itu terbuat dari kayu dan bambu, api cepat sekali membakar dan melahap kedua bangunan tersebut. Berkat kerja keras warga dibantu aparat setempat, api mati dan tidak menjalar ke tempat lainnya.

Setelah api benar-benar padam, warga menemukan jasad Ibin yang terbakar sekujur tubuhnya. Pria lanjut usia ini tidak bisa melarikan diri dari dalam rumah ketika api mulai menyala karena menderita stroke. Sementara anggota keluarga yang lainnya sedang pergi ke kebun dan sawah. Warga tidak berani mengeluarkan Ibin ketika api semakin membesar.

“Kemungkinan penyebab kebakaran adalah korsleting listrik. Di rumah itu tidak ada kegiatan memasak yang menyalakan api. Juga tidak ada orang yang merokok,” tutur seorang warga di lokasi kebakaran.

Akibat kebakaran itu, 9 warga kehilangan tempat tinggal, pakaian, dan harta benda. Total kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp150 juta untuk harga rumah nonpermanen, pakaian, alat rumah tangga, peralatan elektronik, dan harta benda lainnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email