SMPN 1 Palabuhanratu Merombak Total Bangunan Lama

oleh -
Pembangunan gedung baru SMPN 1 Palabuhanratu telah memasuki tahapan pembuatan sloof di atas bentangan fondasi.

Wartawan M. Ridwan

Sejak berdiri pada 1967, SMPN 1 Palabuhanratu yang terletak di Jalan Bhayangkara Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi baru dirombak total pada tahun ini. Perombakan secara menyeluruh bangunan SMP pertama di Palabuhanratu dan sekitarnya itu sudah memasuki tahap pengecoran sloof  beton di atas fondasi.

banner 970x90

Pembangunan SMPN 1 Palabuhanratu dilakukan dalam dua tahap. Pada tahap pertama, dana yang dihabiskan sebesar Rp4.760.220.000 untuk membangun 16 lokal ruangan dengan konstruksi bangunan dua lantai. Bangunan tersebut didirikan di atas lahan yang luasnya 5.000 meterpersegi.

“Kami optimis penyelesaian pembangunan ini tepat waktu karena pekerja terus ditambah sesuai kebutuhaan,” kata pelaksana pembangunan dari PT Quantum Inti Utama, H. Dayan kepada wartawan, Rabu (2/9/2020).

Begitu juga, ujar dia, kontraktor menyetok material bangunan dalam jumlah banyak untuk mempercepat penyelesaian pembangunan. Pelaksana memerintahkan pengawas dan pekerja bangunan untuk menggeber pekerjaan agar tuntas sebelum pergantian tahun.  

“Sampai sekarang pekerjaan masih persiapan pembuatan sloof sebagai bagian dari pembangunan struktur bawah,” jelas Dayan.

Pembangunan 16 lokal dilaksanakan setelah merobohkan 17 lokal bangunan lama yang terdiri dari ruang kelas, kantor kepala sekolah, ruang guru, ruang tata usaha, dan laboratorium.

Setelah tahap pertama, pembangunan akan dilanjutkan dengan tahap kedua untuk mengganti sisa bangunan lama. Setelah dua tahap selesai, seluruh bangunan SMPN 1 Palabuhanratu benar-benar baru dan gres.

Kepala SMPN 1 Palabuhanratu, Lolop Saripudin mengucapkan terima kasih kepada Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami yang telah mengucurkan dana miliaran rupiah untuk pembangunan sekolah yang dipimpinnya.

Dengan selesainya dua tahap pembangunan, kata Lolop, SMPN 1 Palabuhanratu menjadi lebih representatif sebagai sekolah favorit di ibu kota Kabupaten Sukabumi.

“Jumlah siswa di sekolah kami saat ini mencapai 1.150 orang. Kami membutuhkan ruangan kelas dan fasilitas lainnya yang dapat menampung kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler di sekolah kami,” jelas Lolop. (*)

Print Friendly, PDF & Email