Inovasi Dokter Gigi Hasilkan BPJS Award

oleh -
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prof. Dr. dr. Fachmi Idris, M.Kes. (duduk) menyimak pemaparan yang disampaikan drg. Ali Sundiharja terkait penggunaan media sosial untuk memudahkan pemegang Kartu Indonesia Sehat dalam mengakses pelayanan.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Inovasi dan keseriusan drg Ali Sundiharja dalam melayani pasien pemegang Kartu Indonesia Sehat (KIS) membuahkan penghargaan BPJS Kesehatan Award Tahun 2019. Bahkan, sebagai bentuk apresiasi kepada Ali, tempat praktiknya mendapat kunjungan dari  Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prof. Dr. dr. Fachmi Idris, M.Kes.

banner 970x90

Sampai sekarang, Ali tercatat sebagai salah satu dokter gigi yang menjadi mitra BPJS Kesehatan Cabang Sukabumi. Salah satu bentuk inovasi yang memberikan kemudahan pada pasien adalah penggunaan aplikasi lintas platform Whatsapp (WA) untuk pendaftaran dan jadwal kunjungan.

“Kami menggunakan salah satu media sosial untuk memberikan kemudahan bagi para pasien. Sebelum melakukan kunjungan, para pasien dapat mendaftarkan diri melalui fasilitas ini,” kata Ali ketika dihubungi wartawan, Senin (2/9/2019).

Layanan melalui WA, ujar dia, dapat diakses oleh para peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang terdaftar di tempat praktik Ali sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Para pasien yang biaya pengobatannya dibayar JKN melalui BPJS itu dapat memanfaatkan layanan WA selama 6 hari dari Senin hingga Sabtu dalam rentang waktu pukul 11.00 sampai dengan 19.00 WIB.

“Setelah mendaftarkan lewat media sosial, kami akan memberikan jadwal kunjungan kepada pasien,” jelas Ali.

Selain mengembangkan inovasi yang memudahkan pasien untuk menerima pelayanan, Ali juga dinilai sukses oleh BPJS dalam memperkecil tingkat rujukan dari tempat praktiknya sebagai FKTP ke rumah sakit.

Berdasarkan data dari BPJS Kesehatan, sampai dengan bulan Juni 2019, dari seluruh pasien yang berkunjung ke Ali hanya 11 persen yang dirujuk ke rumah sakit. Sebanyak 89 persen yang berkunjung ke tempat praktiknya dapat ditangani oleh Ali. Tingkat rujukan ke rumah sakit ini tergolong kecil.

Ali juga memiliki kinerja yang bagus dari sisi kelengkapan persyaratan sesuai regulasi. Dia telah mengantungi 82 persen persyaratan yang ditentukan peraturan, salah satunya memilik Surat Izin Praktik (SIP) dokter gigi.

Saat berkunjung ke tempat praktik Ali, Fachmi Idris mengapresiasi dan memuji inovasi dan langkah-langkah yang diambil Ali dalam memberikan kemudahan akses kepada para pasien. Orang nomor satu di BPJS Kesehatan tersebut mengharapkan, inovasi yang dilakukan Ali hendaknya ditiru oleh FKTP lainnya seperti puskesmas, klinik, bidan, dokter, dan dokter gigi. (*)

Print Friendly, PDF & Email