Bersama Ormas Islam, MUI Kabupaten Sukabumi Menolak RUU HIP

oleh -
Para tokoh agama dan ormas Islam dengan tegas menolak RUU HIP dalam pertemuan di Gedung Islamic Centre Cisaat.

Wartawan Denny Nurman AJ

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi menggandeng sejumlah ormas Islam untuk mempertegas sikap menolak pembahasan RUU HIP (Haluan Ideologi Pancasila). Sikap tegas MUI Kabupaten Sukabumi tersebut merupakan tindak lanjut dari Maklumat MUI Pusat Nomor: Kep – 1240 / DP – MUI /VI /2020 tanggal 12 Juni 2020 tentang penolakan terhadap RUU HIP.

banner 970x90

Dihubungi lewat sambungan telepon selulernya, Kamis (2/1/2020), Ketua MUI Kabupaten Sukabumi, KH A. Komarudin atau Kiai Oman mengatakan, pihaknya mengundang sejumlah omas Islam untuk menyamakan pandangan terhadap polemik RUU HIP. Dari pembahasan dan pembicaraan dalam pertemuan silaturahmi, semua ormas Islam sepakat menolak RUU inisiatif DPR RI tersebut.  

“Kami bersama sejumlah ormas Islam dengan tegas menolak kehadiran RUU HIP. Kami berpendapat isi dari RUU tersebut bisa menimbulkan disintegrasi bangsa dan tidak sejalan lagi dengan falsafah dan ideologi Pancasila,” kata Kiai Oman.

Penolakan terhadap RUU HIP itu disampaikan dalam pertemuan ormas Islam bersama MUI Kabupaten Sukabumi yang diselenggarakan di Gedung Islamic Centre Cisaat, Rabu (1/7/2020).

Ketua MUI juga berpesan kepada umat Islam agar tetap bersikap tenang dan berpikir jernih menanggapi  isu-isu yang berkembang di masyarakat.  Umat Islam, ujar dia, harus tetap waspada dan selalu menjaga ukhuwah Islamiyah dalam menghadapi berbagai perkembangan dan dinamika bermasyarakat dan berbangsa.

“Kalau ada hal-hal yang kurang dipahami atau tidak dimengerti, jangan berjalan sendiri-sendiri. Silahkan datang ke Kantor MUI untuk berkonsultasi dan berkoordinasi guna mencari jalan terbaik untuk mencapai ridho Allah,” ujarnya.

Pertemuan ormas Islam berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Tampak hadir dalam pertemuan itu Sekretaris MUI Kabupaten Sukabumi, KH Ujang Hamdun atau Kiai Uha dan jajaran pengurus lainnnya. Sementara para hadirin berasal dari pengurus MUI kecamatan, pesantren, perwakilan majlis taklim, ormas Islam, unsur pemerintah daerah, dan TNI-Polri. (*)

Print Friendly, PDF & Email