Percetakan Digital Mulai Bangkit Pasca Pencabutan PSBB

oleh -
Pelanggan mulai membanjiri toko percetakan digital Visicomp sejak pencabutan PSBB di Kota Sukabumi. Pemilik Visicomp, Dase Lukman (kanan) sibuk mengerjakan order dari pelanggan setianya.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Pergerakan ekonomi secara perlahan mulai bangkit setelah pencabutan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan memasuki masa Adaptasi Kebiasaan Baru  (AKB) di wilayah Kota Sukabumi. Salah satunya bisnis percetakan digital Visicomp di pusat pertokoan Shoping Jalan A. Yani Kota Sukabumi.

banner 970x90

Sejak empat hari ke belakang setelah Pemkot Sukabumi mengakhiri PSBB, pemilik Visicomp, Dase Lukman mulai merasakan denyut ekonomi yang menuju ke arah perbaikan. Dase dan para pedagang di Shoping tidak lagi menghadapi kendala berupa penutupan Jalan Ahmad Yani dan pembatasan jam operasional toko.

“Alhamdulillah secara berangsur-angsur usaha kami mulai normal, penghasilan perlahan stabil lagi. Semoga kondisi ini bisa terus bertahan,” kata Dase ketika ditemui di tokonya, Selasa (2/6/2020).

Harapan dia, pelaku UKM seperti dirinya dapat merasakan berkah dari pencabutan PSBB. Ekonomi di Kota Sukabumi, khususnya di kompleks Shoping dapat bangkit dan pulih dalam waktu dekat ini.

“Ketika berlaku PSBB, omset usaha kami turun hingga 70 persen. Jadi kami bertahan dari omset sebesar 30 persen dari omset normal,” tutur Dase.

Selama PSBB, tokonya sepi pengunjung. Warga hanya diberi keleluasaan untuk mengunjungi toko yang menjual bahan pokok penting. Beberapa toko di Shoping terpaksa tutup selama masa PSBB yakni dua minggu karena tidak ada pengunjung, apalagi waktu itu sudah memasuki bulan Ramadhan.  

“Banyak pelanggan yang menelepon, menanyakan buka atau tidaknya toko kami. Tapi sebagian dari mereka tidak jadi datang, mungkin karena susah parkir kendaraan dan malas berjalan ke tempat kami,” ujarnya.

Para pedagang, kata Dase, berpandangan, seharusnya Pemda memberikan perhatian kepada para pedagang yang tokonya tutup selama PSBB. Sebab gara-gara ada pembatasan jam operasional, penghasilan para pemilik toko berkurang secara drastis. (*)  

Print Friendly, PDF & Email