Pemda Desak Pengusaha Bangun Rumah Susun untuk Pekerja

oleh -
Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami menyampaikan pesan dan arahan kepada para buruh pada peringatan May Day tingkat Kabupaten Sukabumi di Palagan Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda.

Wartawan Usep Mulyana

Pemkab Sukabumi tak henti-hentinya mengupayakan kesejahteraan bagi kalangan pekerja dan buruh. Salah satunya dengan mengupayakan pembangunan rumah susun oleh pemilik panrik agar para buruh mendapatkan fasilitas tempat tinggal yang layak dan tidak memberatkan ekonomi mereka.

banner 970x90

Hal itu disampaikan Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami dalam dialog dengan para buruh pada peringatan Hari Buruh Internasioal atau May Day di Palagan Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Rabu (1/5/2019). Rumah susun buruh dan karyawan, kata bupati, merupakan keharusan bagi pengusaha atau pemilik pabrik untuk membangunnya.

“Kami terus mengajukan permintaan kepada perusahaan untuk membangun fasilitas rumah susun bagi karyawan dan buruh yang dibangun di lingkungan pabrik. Kehadiran rumah susun tersebut dapat mengurangi kemacetan lalu lintas dan pengeluaran operasional para karyawan,” ujar Marwan.

Upaya lainnya yang dilakukan pemda, ujar dia, adalah mendesak investor untuk memperjelas status kepegawaian para buruh dan diberlakukannya bank garansi atau penjamin untuk memenuhi hak-hak pegawai ketika terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Paling tidak setelah 3 tahun menjadi karyawan kontrak maka status pekerja harus ditingkatkan menjadi karyawan tetap. Hal yang tak kalah pentingnya adalah owner perusahaan harus menyiapkan bank garansi hak-hak karyawan untuk menghadapi kemungkinan PHK,” ujar Marwan.

Peringatan May Day tingkat Kabupaten Sukabumi tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan antara lain pagelaran musik, pentas seni tradisional, pemberian doorprize, pembacaan puisi, dan aksi kemanusiaan donor darah.

Di lokasi kegiatan juga tampak hadir Kapolres Sukabumi, AKBP Nasriadi; Dandim 0622 Kabupaten Sukabumi, Letkol. Inf. Haris Sukarman; Danyon 310/Kidang Kencana, Letkol Inf.  Ageng Wahyu Romadhon; Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Sukabumi, Ning Wahyu; para kepala perangkat daerah, tokoh buruh; dan aktivis buruh.

May Day diikuti sekitar 1.000 buruh dari berbagai serikat pekerja dan perusahaan. Ketua KSPSI (Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) Kabupaten Sukabumi, Mamun Nawawi menjelaskan, para buruh yang ada di lokasi kegiatan May Day akan berdialog dan menyampaikan aspirasi kepada bupati terkait permasalahan yang dihadapi oleh mereka.

“May Day merupakan momentum untuk membangun harmonisasi antara buruh, pengusaha, dan pemerintah. Harmonisasi ini akan berbanding lurus dengan terwujudnya lapangan pekerjaan yang menjadi harapan fundamental setiap warga negara,” kata Mamun.

Serikat pekerja yang dipimpinnya, ujar dia, akan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam mengadaptasi tuntutan persaingan dunia kerja di era globalisasi ini. Supaya tenaga kerja di Kabupaten Sukabumi memiliki daya saing yang tinggi dan mampu menjadi bagian dari kemajuan dan perkembangan dunia usaha. (*)  

Print Friendly, PDF & Email