Pengepul Manggis Pasirbadak Terancam Bangkrut

oleh -
Penegepul manggis Pasirbadak, Abah Hudri (bersarung hijau) bersama para pekerjanya menghentikan sementara usahanya karena imbas penyebaran Covid-19,

Wartawan Usep Mulyana

Akibat serangan Virus Corona yang membabi buta, pengepul buah manggis di Pasirbadak, Desa Cibolang, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi  terancam bangkrut. Pasalnya, harga manggis di pasaran menukik terjun bebas hingga titik terendah.

banner 720x90

Seorang pengepul buah manggis, Muhammad Al Hudri atau biasa disapa Abah Hudri menuturkan,  merosotnya harga manggis mulai terjadi saat merebaknya kasus Virus Corona. Manggis BS, kata Abah Hudri, sebelum ada Corona bisa terjual Rp7.500/kilogram ke para pedagang. Sekarang harganya cuma Rp5 ribu/kilogram.

Bahkan, di Pasar Cicurug yang merupakan perbatasan dengan wilayah Bogor,  manggis dijual dengan harga yang jauh dari normal yakni Rp4 ribu /kilogram. Akibat situasi yang dihadapinya, Bah Hudri menghentikan sementara bisnis pengepulan manggis.

“Sejak dilakuan penutupan akses jalan menuju Bogor dan Jakarta, praktis penjualan manggis asal Pasirbadak hanya bisa sampai Cicurug. Harganya sangat murah. Kalau begini terus, kami para pengepul bisa bangkrut dan langsung gulung tikar,” ujar Hudri kepada wartawan, Kamis (2/4/2020).

Masalah lain yang dihadapi para pengepul, lanjut dia, pasokan manggis dari petani semakin berkurang. Biasanya, Hudri bisa mengirimkan manggis sebanyak 2 ton ke Pasar Induk Kramatjati Jakarta setiap minggu. Kini kuantitas manggis dari para petani hanya 400 kilogram.

Namun untuk manggis super, harganya tidak terpengaruh oleh serangan Virus Corona. Harganya stabil di kisaran Rp17 ribu pekilogram. Manggis jenis ini menyasar pasar ekspor di China dan Timur Tengah. Orang Arab, kata dia, doyan sekali mengkonsumsi manggis. Tapi susahnya, pengiriman manggis ke luar negeri juga terganggu.  

banner 720x90

Bah Hudri berharap kepada pemerintah untuk mencarikan solusi terbaik dalam mengatasi masalah yang dihadapi oleh para pengepul dan pedagang manggis di wilayah Kecamatan Gunungguruh. Misalnya dengan memborong manggis menggunakan dana APBD untuk dibagikan kepada tim di lapangan yang menangani Virus Corona. Karena manggis termasuk buah yang dapat meningkatkan daya imunitas tubuh manusia.

“Kalau pemerintah tidak segera turun tangan dikhawatirkan pengepul dan pedagang akan mengalami kebangkrutan massal dan total,” tuturnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email