Lomba Desain Masterplan Pusat Pemerintahan Kota Hasilkan 6 Karya Arsitektur Terbaik

oleh -
Para pemenang lomba desain masterplan pusat pemerintahan Kota Sukabumi bersama pengurus Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) setelah penilaian tahap akhir di Balai Kota Sukabumi.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Desain materplan pusat pemerintahan Kota Sukabumi di kawasan Cibeureum selesai dilombakan. Dari lomba atau sayembara itu, Pemkot Sukabumi memperoleh sedikitnya 6 desain masterplan terbaik yang dapat diaplikasikan pada proses pengembangan pusat pemerintahan Kota Sukabumi.

banner 970x90

“Proses sayembara desain masterplan pusat pemerintahan Kota Sukabumi sudah menyelesaikan penjurian tahap II atau tahap akhir. Tim juri telah menetapkan para juaranya,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPRPKPP) Kota Sukabumi, Asep Irawan kepada wartawan, Selasa (2/4/2019).

Tujuan sayembara, ujar Asep, adalah untuk mendapatkan ide atau gagasan terbaik untuk menata dan mendesain pusat pemerintahan Kota Sukabumi. Dia yakin, sayembara akan menghasilkan desan terbagus yang dapat diterapkan pada saat pengembangan pusar pemerintahan tersebut.

“Pusat pemerintahan Kota Sukabumi dikembangkan di atas lahan seluas 20 hektare yang terletak di Kelurahan Limusnunggal, Kecamatan  Cibeureum. Semua desain yang masuk ke panitia lomba mengacu pada hamparan lahan tersebut,” jelas Asep. 

Penilaian tahap akhir lomba yang dilaksanakan di Balai Kota Sukabumi pada Minggu (31/3/2019) dihadiri Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi dan Wakil Wali Kota Sukabumi, Andri Setiawan Hamami. Selain itu hadir pengurus Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jawa Barat dan Sukabumi yang dilibatkan dalam sayembara tersebut.

Dewan juri memutuskan para juara yang terdiri dari Juara I Tim Fajar Ikhwan Harnomo, Juara II Fediah, Juara III Gregorius Supie Yolodi, Juara IV Erwin Cahyadi, Juara Harapan I Realrich Sjarief, dan Juara Harapan II Hengky Pramudya.

“Sayembara ini berskala nasional dan diikuti oleh anggota IAI yang memiliki sertifikat keahlian minimal madya. Mereka mendafarkan diri sebagai peserta lomba untuk perseorangan maupun kelompok atau tim,” jelas Asep.

Pada lomba itu terdapat 74 tim atau perorangan yang mendaftarkan diri. Lalu pada tahap selanjutnya ada 40 tim yang menyerahkan karyanya. Kemudian pada penjurian tahap pertama pada 24 Maret 2019 di Bandung dihasilkan 6 peserta dengan hasil terbaik. Enam peserta inilah yang mengikuti tahap penilaian akhir pada 31 Maret 2019. (*)

Print Friendly, PDF & Email