Tokoh: Polisi Tidur di Jalan Gudang Atas Pemintaan Warga

oleh -
Polisi tidur di Jalan Gudang Sagaranten memiliki kegunaan antara lain mencegah kendaraan bermotor berjalan kencang.

Wartawan M. Muzayin Aripin

Sejumlah tokoh masyarakat berpendapat, kehadiran polisi tidur di Jalan Gudang, Sagaranten, Kabupaten Sukabumi itu atas permintaan masyarakat. Pertimbangan dibuatnya polisi tidur di jalur tersebut salah satunya untuk mencegah kecelakaan lalu lintas akibat kendaraan bermotor yang suka ngebut di sekitar permukiman yang padat penduduk.

“Jalur Jalan Gudang dari Sagaranten menuju Cidolog sepanjang 1 kilometer itu lurus, tanpa belokan. Dengan kondisi jalan seperti itu, pengendara motor lebih suka memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi,” kata Angka Wijaya, tokoh masyarakat yang tinggal di Jalan Gudang Sagaranten kepada wartawan, Minggu (1/12/2019).

Terkadang, ujar Angka, pengemudi kendaraan tidak menghiraukan keadaan penduduk di sekitar jalur tersebut. Karena itu, untuk mengurangi kecepatan kendaraan bermotor yang melewati Jalan Gudang, ujar Angka, dibuatlah polisi tidur. Sejak ada polisi tidur, tidak ada lagi sepeda motor atau mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi ketika melintas di Jalan Gudang.

“Selain itu, polisi tidur dapat mencegah anak-anak remaja menggelar balapan liar atau ngetrek di tempat itu. Warga memang meminta dibuatkan polisi tidur, terutama di dekat gorong-gorong dan masjid. Di kedua lokasi tersebut, banyak orang lalu lalang dan menyeberang jalan,” jelas dia.

Diberitakan sebelumnya, dua warga Sagaranten, H. Ili dan Ade Yusup mempermasalahkan banyaknya polisi tidur di ruas Jalan Gudang. Untuk panjang ruas jalan sepanjang 1 kilometer terdapat 9 polisi tidur. Secara khusus, Ili juga mempersoalkan tembok polisi tidur yang dianggapnya terlalu tinggi sehingga menimbulkan gajlugan pada kendaraan yang melewatinya.

Berita terkait….

Polisi Tidur di Jalan Gudang Dikeluhkan Warga

Sementara Ade Yusup berpandangan, polisi tidur di Jalan Gudang Sagaranten mengganggu laju dan kenyamanan pengendara. Polisi tidur yang jaraknya terlalu rapat membuat para pengendara harus melambatkan kendaraannya sehingga dapat memicu kemacetan di kawasan tersebut. 

Angka berpandangan sebaliknya. Bahkan, lebih ekstrem lagi dia berpendapat, jumlah polisi tidur di Jalan Gudang Sagaranten itu masih kurang. Pendapat senada juga disampaikan Heru, tokoh masyarakat  yang beralamat di jalur jalan tersebut. (*)

Print Friendly, PDF & Email