Germas Harus Fokus Perhatikan Kasus Stunting

oleh -
Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami melepas ribuan peserta jalan sehat dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-55 di Lapang Cangehgar Palabuhanratu.

Wartawan M. Ridwan

Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) harus mencurahkan seluruh perhatian pada upaya menanggulangi stunting atau gizi buruk pada balita. Dengan fokus seperti itu, Germas bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) dapat menghilangkan kasus stunting pada bayi selama kurun waktu masa-masa kritis 1.000 hari pertama.

Hal itu dikatakan Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami pada peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55 tingkat Kabupaten Sukabumi di Lapang Cangehgar Palabuhanratu, Sabtu (30/11/2019).

“Perbaikan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan bayi tidak secara langsung dapat dilakukan bila kesadaran masyarakat terhadap perilaku hidup bersih dan sehat masih rendah. Sehingga perlu upaya penanganan dan pencegahan stunting melalui Germas,” kata bupati. 

Untuk itu, bupati mengimbau ibu hamil agar memberikan asupan gizi yang baik bagi bayi di dalam kandungan secara teratur. Hal ini penting untuk mencegah stunting. Dalam menjaga kesehatan lingkungan, masyarakat jangan terlalu mengandalkan peran pemerintah sebab mereka bisa melakukannya lewat Germas.

“Germas merupakan sebuah gerakan yang bertujuan untuk memasyarakatkan budaya hidup sehat serta meninggalkan kebiasaan dan perilaku hidup yang kurang sehat,” tambah dia. 

Kegiatan HKN ke-55 berlangsung selama dua hari sampai dengan Minggu 1/12/2019). Pada HKN itu, bupati melepas peserta jalan sehat dengan jumlah sekitar 5.000 orang dari kalangan pegawai dan keluarganya. Para peserta jalan sehat menempuh rute  sepanjang Jalan Ahmad Yani Palabuhanratu.

Plt Kepala Dinkes Kabupaten Sukabumi,  H. Harun Arasyid mengatakan, tujuan dari kegiatan HKN adalah untuk mengingatkan masyarakat tentang arti dan perlunya hidup sehat. Tahun ini, peringatan HKN mengambil tema Generasi Sehat Indonesia Unggul.

“Berdasarkan tema ini, kita harus mempersiapkan generasi sehat sejak di dalam kandungan sampai dengan hari kelahirannya dan setelah itu 1.000 hari kehidupannya,” tutur Harun. 

Adapun Germas, kata dia, sangat penting peranannya dalam membantu pemerintah untuk mensosialisasikan program perilaku hidup bersih dan sehat.

Sementara itu Kabid Kesehatan Masyarakat,  H. Andi Rahman menerangkan, sebelum puncak kegiatan, keluarga besar Dinas Kabupaten Sukabumi menyelenggarakan berbagai acara hiburan dan sosial. Tempat pelaksanaannya di UPTD Puskesmas. Jenis kegiatannya antara lain  donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, dan perlombaan.

Pada hari pelaksanaan peringatan HKN ke-55, Dinkes Kabupaten Sukabumi menyelenggarakan berbagai kegiatan seperti pertandingan olahraga, bazar, pembuatan akta kelahiran dan KK gratis, dan hiburan. (*)

Print Friendly, PDF & Email