Dua RW di Baros Maju ke Lomba Kampung Iklim Tingkat Nasional

oleh -
Salah satu sudut Kampung Iklim yang mencerminkan kesadaran warganya dalam adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Dinas Lingkungan Hidup (DLH)  Kota Sukabumi mempersiapkan dua lokasi yang akan disertakan pada lomba Program Kampung Iklim (Poklim) tingkat nasional tahun 2019. Dua lokasi tersebut telah diverifikasi lapangan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) serta DLH Provinsi Jawa Barat pada akhir bulan Juni lalu. 

banner 970x90

Dua lokasi yang disiapkan itu terdiri dari RW 02 di Kelurahan Jayamekar, Kecamatan Baros dan RW 08 di Kelurahan Baros,  Kecamatan Baros. Selanjutnya DLH akan mengisi Sistem Registrasi Nasional/RSN sampai keluar nilai untuk lomba Proklim tersebut.

“Di dua wilayah tersebut masyarakatnya sudah mulai terbiasa beradaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim seperti penanaman tanaman pangan, penghijauan, pemanfaatan lahan pekarangan, dan pemanfaatan sampah dengan proses daur ulang,” kata  Kasi Kemitraan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup pada DLH Kota Sukabumi, Dorry Sumarli kepada wartawan, Senin (1/7/2019).

Masyarakat di Kampung Iklim juga melakukan kegiatan untuk memenuhi indikator komponen perubahan iklim seperti  pemanfaatan air hujan yang ditampung di sebuah kolam besar. Warga di dua Kampung Iklim itu juga memelihara, mengelola,  dan memanfaatkan sumber mata air. 

Perlindungan  dan pemanfaatan sumber mata air  juga masuk indikator Proklim, lanjutnya. Menurut Dorry, respon masyarakat di dua wilayah itu sangat tinggi karena  warganya ingin menjadikan Kota Sukabumi terpilih sebagai juara lomba Proklim 2019.

“Apabila mendapat nilai di atas 86, Kampung Iklim tersebut akan diverifikasi oleh Kementerian LHK karena masuk kategori Proklim utama tingkat Indonesia. Hasilnya akan diuji oleh Dewan Proklim dan diranking dari 1 sampai 30,” jelas Dorry.

Sebelum penetapan dua Kampung Iklim, DLH  menggelar tahapan lomba Wimala Harjasa atau permukiman ramah lingkungan pada awal tahun lalu. Dari lomba tersebut muncul tiga besar berturut-turut RW 02 Kelurahan Jayamekar, RW 08 Kelurahan Baros, dan RW 05, Kelurahan Cipanengah, Kecamatan Lembursitu sebagai juara III. Dua besar langsung diajukan pada lomba Proklim tingkat nasional.

“Kampung Iklim yang masuk 30 besar akan mendapat uang pembinaan Rp10 juta dan trofi, sedangkan untuk lokasi yang nilainya di bawah 30 besar hanya mendapat sertifikat,” tutur Dorry.

Pada Proklim, ujar dia, DLH Kota Sukabumi melakukan pembinaan ke wilayah, khususnya Kampung Iklim yang ikut lomba tingkat nasional. Dalam program ini, DLH juga melibatkan SKPD lain yang terkait dengan pertanian serta unsur aparatur di wilayah. (*)

Print Friendly, PDF & Email