Dirut Perumda Air Minum Fokus pada Perbaikan Pelayanan

oleh -
Abdul Kholik Fajdawani

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda AM) Tirta Bumi Wibawa   (TBW) Kota Sukabumi di bawah kepeminpinan direktur utama yang baru,  Abdul Kholik Fajdawani, akan  fokus pada perbaikan pelayanan. Ditemui wartawan di Gedung DPRD Kota Sukabumi, Abdul mengatakan, secara umum permasalahan Perumda AM pasti di seputar ketersediaan air baku dan kehilangan air.

banner 970x90

“Hitung-hitungan saya terhadap air baku dibandingkan jumlah pelanggan saat ini kondisinya sudah agak mepet. Kami  harus bergerak cepat kalau mau meningkatkan pelayanan,” kata Abdul usai mengikuti rapat dengan Pansus DPRD Kota Sukabumi. 

Saat ini, ketersediaan air baku di Kota Sukabumi mencapai 450 liter/detik, dikurangi tingkat kehilangan air, tinggal 200-300 liter/detik yang efektif tersalurkan ke rumah pelanggan.

Hitungan kasarnya, 1 liter/detik air dapat melayani 80 sambungan rumah. Dengan 300 liter/detik, Perumda AM TBW hanya bisa melayani 24 ribu pelanggan. Saat ini, jumlah pelanggan mencapai 21 ribu. Pada musim kemarau, ujar Abdul, persediaan air baku yang dapat tersalurkan bisa tinggal setengahnya.

“Kondisi seperti ini pasti banyak menimbulkan komplain dari para pelanggan. Untuk itu langkah awal kami adalah melakukan orientasi dan maping guna mendahulukan skala prioritas untuk penyusunan langkah-langkah strategis dalam upaya pencapaian target kinerja sesuai dengan kontrak kinerja dengan Kepala Daerah,” ujar dia.

Penyiapan dan penyediaan air air baku, lanjut Abdul,  tidak mudah dan murah serta tidak bisa cepat pula. Berdasarkan aturan, penyediaan air baku merupakan tanggung jawab pemerintah. Di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumaha Rakyat terdapat direktorat yang secara khusus mengurus air baku.

“Makanya saya akan segera berbicara dengan pemerintah pusat dan provinsi untuk membahas ketersediaan air baku,” ucapnya.

Bisa saja ditempuh langkah lain untuk menjawab kekurangan air baku, misalnya membuat sumur bor. Namun keputusan pastinya, dia akan menunggu hasil orientasi dan maping di lapangan.

Selain ketersediaan air baku, hal lain yang mendapat perhatian dari Dirut Perumda AM TBW adalah tingkat kebocoran air. Menurutnya, jika tingkat kebocoran dapat dikurangi, otomatis pelayanan meningkat.

“Kalau kebocoran bisa kita kurangi, tentunya kami bisa menjawab komplain dari pelanggan selama ini. Namun yang terpenting dalam percepatan pelayanan adalah ketersediaan air baku,” ujar Abdul. (*)

Print Friendly, PDF & Email