Ratusan Eks Karyawan Perkebunan Cikasintu Pertanyakan Pesangon

oleh -
Pintu masuk ke kawasan perkebunan Cikasintu yang dikelola oleh PT Talaga Kantjana.

Wartawan M. Hamjah

Sudah empat tahun bahkan ada yang enam tahun lamanya, nasib uang pesangon ratusan pegawai PT Talaga Kantjana yang mengelola Perkebunan Karet Cikasintu belum ada kejelasan. Dari hari ke hari, para bekas pegawai hanya bisa berharap dan berharap tanpa ada kejelasan pencairan uang pesangon dari perusahaan.

banner 970x90

“Kami telah menerima uang pesangon yang dibayar dengan cara dicicil. Namun cicilan tersebut tiba-tiba macet,” kata Yusup Tajiri, salah satu bekas karyawan PT Talaga Kantjana kepada wartawan, Senin (1/6/2020).

Sejak cicilan pesangon macet, ujar Yusup, sampai sekarang kelanjutan dari pembayaran pesangon tidak jelas. Yusup baru menerima beberapa kali cicilan pesangon.

PT Talaga Kantjana melakukan PHK terhadap para pegawainya secara bergelombang pada 2014 dan 2016. Jumlah karyawan yang di-PHK mencapai sekitar 300 orang. Perkebunan Cikasintu terletak di dua desa yakni Desa Padasenang dan Desa Cidadap, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi.

Para eks karyawan yang di-PHK tahun 2014 menerima enam sampai dengan tujuh kali cicilan pesangon. Besarannya antara Rp6-7 juta atau setara dengan 30 persen dari total pesangon yang haris diterima mereka.

Sementara para karyawan yang kena PHK pada tahun 2016, mereka mendapatkan rata-rata dua kali cicilan pesangon dengan besaran Rp800 ribu. Setiap hari Yusup selalu memantau dan mencari tahu perkembangan pembayaran PHK dari rumahnya di Desa Cibarengkok, Kecamatan Ciadadap.

“Terakhir kali kami mendengar janji pihak perusahaan akan membayar pesangon setelah asetnya terjual,” tutur Yusup.

Mantan karyawan yan lain, Pandi (55) yang kena PHK tahun 2016 baru menerima pesangon sebesar Rp800 ribu. Uang yang diterimanya itu masih jauh dari besaran pesangon yang harus diterimanya yakni sebesar Rp24,6 juta.

Sampai sekarang, PT Talaga Kantjana masih beroperasi dengan jumlah karyawan yang jauh berkurang dibandingkan keadaan beberapa tahun sebelumnya. Pegawai yang berkantor di perusahaan tersebut tidak dapat memberikan keterangan seputar pembayaran pesangon untuk para eks pekerja. Mereka menyatakan, tidak berwenang untuk menyampaikan informasi seputar hal tersebut.

Di sisi lain wartawan sudah beberapa kali mendatangi kantor PT Talaga Kantjana, tapi belum berkesempatan untuk bertemu dengan pejabat yang berwenang memberikan keterangan seputar pembayaran pesangon kepada eks karyawan. (*)   

Print Friendly, PDF & Email