Pemdes Gunungkaramat Gencarkan Penanaman Kopi Arabika

oleh -
Masyarakat bergotong royong membersihkan lahan eks Perkebunan Tybar di Desa Gunungkaramat, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi untuk ditanami bibit kopi yang programnya difasilitasi oleh pemdes setempat.

Wartawan M. Ridwan

Pemerintah Desa (Pemdes) Gunungkaramat, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi menggencarkan penanaman kopi jenis Arabika di lahan eks Perkebunan Tybar yang ada di desa tersebut. Gerakan ini melibatkan ratusan warga yang terjun ke lahan perkebunan untuk bergotong royong membersihkan lahan dan menanam bibit kopi.

banner 970x90

Pada gerakan itu tidak kurang dari 35 ribu bibit pohon kopi yang akan ditanam di atas lahan bekas perkebunan tersebut. Untuk pengadaan bibit kopi, Kepala Desa Gunungkaramat, Subaeta mengeluarkan dana pribadi sebagai modal awal, bukan dari anggaran desa atau pemerintah.  

“Jadi gerakan ini tidak hanya menanam kopi, tetapi juga sekaligus untuk membersihkan lahan yang masih dipenuhi ilalang agar dapat ditanami dan menjadi lahan produktif,” kata Subaeta ketika dihubungi lewat telepon selulernya, Senin (1/6/2020) pagi.

Pihaknya sengaja memilih tanaman kopi, ujar kades, karena prospek usahanya cukup menjanjikan. Pemdes Gunungkaramat ingin memberikan motivasi kepada masyarakat dan para petani agar mereka dapat menekuni usaha budidaya dan bisnis kopi.

“Ke depan, pengelolaan tanama kopi ini bisa memberikan penghasilan kepada Bumdes di desa kami. Selain itu dapat meningkatkan kesejahteraan bagi para petani,” tutur Subaeta.

Nantinya pengelolaan perkebunan kopis itu akan diserahkan kepada Bumdes. Dalam pelaksanaannya Bumdes bekerja sama dengan masyarakat. Sementara tugas dan peran pemdes adalah memberikan dorongan semangat kepada masyarakat agar terlibat aktif dalam program tersebut. 

Dari program pegembangan tanaman kopi itu, lanjut Subaeta, hal yang paling penting adalah dapat melahirkan inspirasi dan keinginan kuat masyarakat untuk bercocok tanam. Pemdes Gunungkaramat akan menerapkan sistem bagi hasil pada program budidaya kopi tersebut yaitu 30 persen untuk Bumdes dan 70 persen untuk kelompok masyarakat.

“Apabila program ini sukses, kami akan mewajibkan setiap kedusunan menyediakan lahan sebanyak tiga hektare di eks perkebunan untuk ditanami kopi,” tuturnya.

Dalam waktu dekat, Pemdes Gunungkaramat akan mengusulkan fasilitasi diklat dan pembinaan seputar tata cara budidaya kopi yang baik serta pengucuran anggaran untuk mendukung program penanaman kopi tersebut kepada pemerintah daerah. (*)

Print Friendly, PDF & Email