Rumahnya Ambruk, Guru Ngaji di Sukaraja Menunggu Uluran Tangan

oleh -
Rumah guru ngaji, Muhammad Deni Handani di Kampung Selakopi, Desa Langensari, Kecamatan Sukaraja hancur berantakan diterjang angin kencang dan hujan lebat.

Wartawan Denny Nurman AJ

Di tengah wabah Covid-19, seorang guru ngaji Muhammad Deni Hamdani yang tinggal di Kampung Selakopi RT 01 RW 09 Desa Langensari, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi menghadapi ujian dan cobaan yang berat. Dia harus tinggal di rumah yang kondisinya darurat setelah bagian depan tempat tinggalnya itu runtuh diterjang angin lebat.

banner 720x90

Kini Ustadz Deni tinggal di rumah dalam kondisi darurat. Dia ingin membangun kembali rumahnya, namun belum terlaksana karena terbentur keterbatasan dana. Ustadz harus memperbaiki rumahnya itu secara bertahap dan perlahan-lahan.  

“Tidak mudah untuk membangun kembali rumah saya yang hancur. Karena saya tidak punya uang yang cukup untuk membeli bahan material yang dibutuhkan untuk membangun rumah,” kata Deni kepada wartawan, Selasa (31/3/2020) petang.

Karena itu dia membutuhkan uluran tangan para dermawan, termasuk perhatian dari pemerintah agar dapat memperbaiki rumahnya. Deni mesti bersabar menunggu bantuan dari orang-orang yang peduli terhadap pengembangan kegiatan belajar mengaji bagi anak-anak.  

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga sekitar, rumah Deni ambruk seketika saat hujan lebat melanda Kampung Selakopi pada Kamis (26/3/2020) lalu. Ketika musibah terjadi, Deni dan keluarganya tengah berada di dalam rumah.

Saksi mata di tempat kejadian yang juga salah seorang santri Ustadz Deni, Agung menerangkan, dia mendengar suara gemuruh di bagian atap rumah. Tidak lama berselang, rumah tersebut rubuh dan menghempaskan seluruh material bangunan ke tanah.

banner 720x90

“Kejadiannya sangat cepat sekali sehingga kami para santri hanya bisa menyaksikan bagian depan rumah telah hancur,” ujar Agung.

Di tempat terpisah, Kepala Urusan Pemerintahan Desa Langensari,  Yunus Mustari menuturkan,  saat ini pemdes tengah memfokuskan perhatiannya  pada penanganan pencegahan Virus Corona. Karena itu, Pemdes Langesari belum bisa memberikan perhatian penuh pada musibah yang menimpa Ustadz Deni.

“Kami turut prihatin atas musibah yang dialami Ustadz Deni. Kami tidak bermaksud mengabaikan musibah ini. Wallahi, kami sangat peduli terhadap beliau. Tapi kami minta waktu untuk berkoordinasi dengan pihak terkait agar dapat membantu Ustadz Deni,” tutur Yunus.

Dalam rangka membantu Ustadz Deni, Yunus telah melaporkan musibah tersebut kepada Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Yudha Sukmagara. (*)

Print Friendly, PDF & Email