Ponpes Al-Fath Sambut Gembira Perpanjangan Pengurusan Pindah TPS

oleh -
Pimpinan Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath (berdiri tengah, berserban putih) bersama para santrinya yang siap menggunakan hak pilih untuk mensukseskan Pemilu 2019.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Kabar gembira bagi ratusan santri Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath yang terancam tidak bisa memberikan hak suaranya pada pemilu 2019 karena terlambat mengurus permohonan pindah tempat memilih. Mereka menyambut keputusan KPU yang memperpanjang masa permohonan pindah TPS hingga 10 April 2019 berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi.

Awalnya batas waktu pengurusan pindah tempat memilih itu sampai dengan 17 Maret 2019. Karena berbagai kesibukan, sekitar 300 santri Ponpes Dzikir Al-Fath yang berasal dari luar daerah tidak sempat mengurus Formulir A5 untuk pindah TPS selewat 17 Maret lalu. Akibatnya, mereka terancam tidak bisa menyalurkan hak suaranya.   

”Alhamdulillah, doa kami terkabul. Para santri yang semula terancam tidak dapat memilih dapat menyalurkan hak suaranya di TPS. Saya sudah minta para santri dari luar daerah untuk pulang ke kampung halamannya masing-masing guna mengurus permohonan tempat TPS,” kata  Pimpinan Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath, KHM. Fajar Laksana ketika ditemui wartawan, Senin (1/4/2019).

Semula Fajar tidak menyangka KPU akan memperpanjang masa pengurusan pindah TPS hingga H-7. Dia sudah putus asa ketika batas waktu 17 Maret 2019 sudah lewat sementara ratusan santrinya belum sempat mengurus Formulir A5. Dia hanya bisa pasrah kalau ratusan santrinya terancam tidak bisa memilih DPR, DPD, DPRD, dan Presiden-Wakil Presiden.

Berita tentang nasib para santrinya yang terancam kehilangan hak suaranya itu marak di berbagai media massa, baik cetak maupun online. Dengan adanya perpanjangan masa pengurusan permohonan pindah TPS, Fajar yakin, semua santri Ponpes Dzikir Al-Fath dapat menyalurkan hak suaranya.  

“Kabar baik ini kita manfaatkan sebaik mungkin, para santri secara bertahap akan pulang ke kampung halamannya mengurus pindah memilih dengan meminta formulir A5 di tempat tinggalnya,” kata Fajar.

Dengan sisa waktu yang diberikan KPU, lanjut dia, Ponpes Dzikir Al-Fath tidak akan menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Para santrinya secara bertahap akan pulang ke kampung halamannya masing-masing seperti Sumatera Barat, Padang, Lampung, Bangka Belitung, Bogor, Banten, dan Bandung. Ada juga yang pulang ke Ciracap, Jampangkulon, Palabuhanratu, Kalapanunggal, Cikidang, dan Kabandungan.

“Satu suara bisa menentukan nasib Bangsa Indonesia untuk lima tahun ke depan, apalagi ini 300 suara,” tuturnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email