Dishub Berlakukan Larangan Parkir di Jalan Karamat

oleh -
Kondisi Jalan Karamat yang sempit sering dilanda kemacetan jika ada kendaraan bermotor terparkir di ruas jalan tersebut.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi kembali melakukan penertiban arela parkir guna memperlancar arus lalu lintas di Jalan Karamat. Sebelumnya Dishub melakukan penertiban parkir liar di sepanjang Jalan A. Yani dan Jalan Ir. H. Juanda atau Jalan Dago.

banner 970x90

”Penertiban parkir di Jalan Karamat sudah berlangsung sejak 24 Maret lalu dan berlaku hingga batas waktu yang tidak ditentukan,” kata Kepala Dishub Kota Sukabumi, Abdul Rachman didampingi  Kabid Lalu Lintas dan Angkutan, Imran Whardani di ruang kerjanya, Senin (1/4/2019).

Pantauan wartawan di lapangan, para petugas Dishub bersiaga di depan Sekolah At-tartil dan Stikes Sukabumi untuk menertibkan parkir di Jalan Karamat.   Penertiban parkir di Jalan Karamat merupakan permintaan masyarakat yang merasa terganggu oleh kemacetan di ruas jalan tersebut akibat perkir yang tidak teratur.

“Kapasitas Jalan Karamat tergolong kecil dan di sana banyak aktivitas pendidikan dan tempat kuliner. Ironisnya lahan parkir di Jalan Karamat sangat kurang,” ujar Abdul.

Salah satu solusi untuk mengatasi kemacetan yang terjadi, Dishub memberlakukan larangan parkir di sepanjang Jalan Karamat. Tujuan larangan ini, kata Abdul, adalah untuk mengembalikan dan mempertahankan kapasitas jalan agar kembali normal. Selama kegiatan parkir merajalela, kapasitas Jalan Karamat menjadi berkurang.

“Makanya kami instrusikan para petugas untuk berjaga di jalan tersebut sesuai jam kerja dari Senin sampai Sabtu disertai pemasangan rambu lalu lintas larangan parkir. Namun sayangnya masih ada warga yang melanggar rambu tersebut ketika tidak ada petugas di lokasi itu,” tutur Abdul.  

Dishub Kota Sukabumi, akan terus mempertahankan larangan parkir di Jalan Karamat. Yang terjadi selama ini khususnya pada pagi hari, banyak siswa yang menggunakan jalur tersebut. Apabila ada kendaraan yang parkir di jalan, maka kemacetan panjang tidak bisa dihindari.

“Kita terus lakukan evaluasi setiap pekannya. Sosialisasi terus kita lakukan sampai melihat karakteristik masyarakat yang menggunakan akses Jalan Karamat lebih tertib,” ujar Abdul. (*)

Print Friendly, PDF & Email